Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label lirik

Kawan Perjalanan - lirik untuk Parahyangan Orchestra

  Dea selalu terpesona sama sejauh apa kolaborasi bisa memperluas ruang jelajah karya. Waktu nulis "Kawan Perjalanan", yang ada di pikiran Dea sesederhana cherish the moment . Kita nggak pernah tau idup di depan bakal kayak apa, apakah temen kita bakal berbeda prinsip sama kita, apakah kita masih akrab sama orang-orang yang sekarang sahabat kita, atau justru ketemu temen baru yang lebih ngeklik, but it's ok. Lirik Dea adalah teks yang "dingin". Dia "berdenyut" direspons komposisi Gavin Wiyanto dan "bernapas" waktu disuarain Parahyangan Orchestra alias Parchestra dan PSM Universitas Parahyangan. "Temponya aku lambatin, yang penting ekspresinya keluar," kata Alfonsus Albert , pengaba PSM Unpar yang ngaba "Kawan Perjalanan". Sementara Gavin punya interpretasi kalimat per kalimat. Lewat keterampilan bahasa musik dan pengalaman-pengalamannya sendiri, jadi ada lebih banyak cerita yang tersampaikan. Semua yang ambil bagi...

"Kian Sempurna" untuk Tis the Season

    Beberapa tahun terakhir Dea langganan nulis lirik untuk @apertosingers . Biasanya musiknya digarap Ken Steven. Buat Dea, sungguh kehormatan bisa bersanding karya dengan @st.25ken . Bikin lirik untuk #apertosingers selalu personal dan menyenangkan. Sebelum nulis, biasanya Dea ngobrol dulu sama direktur musiknya: Ci @fatmawatidjunaidi , nanya apa yang mau Aperto ceritain, apa yang sedang jadi kegelisahan mereka, baru setelah itu hasil obrolannya diterjemahkan ke dalam lirik.

Zoomsical Bianglala

  Di tahun 2020, serentak pijar dunia meredup.    Gelap menyelimuti ketika pandemi datang. Berbagai aktivitas lumpuh total. Mereka yang hidup dari panggung ke panggung kehilangan mata pencaharian. Anak-anak yang biasa beraktivitas di luar harus menghabiskan banyak waktu di rumah. Namun, mereka yang menolak dilumpuhkan mencari jalan untuk tetap bergerak. #Zoomsical tercipta sebagai format pertunjukan musikal yang masuk akal di masa pandemi. Anak-anak mengganti aktivitasnya dengan belajar banyak hal baru dari rumah. #Zoomsicalbianglala lahir sebagai pendar kecil bagi siapa pun yang ingin berdiang di sekitarnya.    “Cerita tidak terhindar saat mentari meredupkan pijar” Tapi, bukankah banyak inspirasi yang justru berangkat dari cerita? 

Nostalgia

"Dea, waktu nulis 'Nostalgia', kan judul awalnya 'Pulang'. Apa yang mendasari bikin liriknya?" tanya Ci Fatma, pengaba dan direktur musik Aperto Singers. "Nggak tau hahaha. Isi liriknya apa juga aku udah lupa, parah deh Ci :)) "Ini..." Ci Fatma kemudian mengirim lirik lagu yang Dea tulis untuk Aperto Singers.  

60 Tahun SMAK 1 BPK PENABUR: Pesta Diamond

Sebetulnya ini proyek pertama Dea di taun 2025, tapi karena ulang tahun SMAK 1 BPK Penabur Bandungnya akhir tahun, lagunya pun baru rilis akhir tahun ini. Ada beberapa rikues untuk isi liriknya. Misalnya tema bersyukur, bersekutu, dan berdampak serta nama SMAK 1 BPK PENABUR yang hadir lengkap. Lumayan tantangan juga, tapi Dea coba dan berikut ini hasilnya: Verse 1 (bersyukur): Kita keluarga Mensyukuri semua SMAK 1 BPK PENABUR Bandung yg tercinta Jalan yang tak mudah serta pelangi indah Semua adalah berkat yang menjadikan kuat Yang t'lah lalu jadi kenangan Yang kan datang jadi harapan Raya pendar cahaya Pancarkan kirana surga  Oh... Verse 2 (bersekutu): Kita keluarga  punya banyak cerita SMAK 1 BPK PENABUR Bandung yang tercinta Berkumpul bersama  peluk hangat dan mesra Rintangan bukan halangan Jika bergandeng tangan Yang t'lah lalu jadi kenangan Yang kan datang jadi harapan Raya pendar cahaya Pancarkan kirana surga  Oh... Verse 3 (berdampak): Kita keluarga punya sebua...

Daur - Be-A-Part

  Be A-part, sebuah proyek latihan virtual yang ditujukan untuk menyemangati teman-teman pelaku musik agar tetap berlatih dari rumah masing-masing di masa pandemi ini. Pada latihan perdana ini, kami menggunakan lagu orisinil karya Fauzie Wiriadisastra dan Sundea yang berjudul Daur.  Lirik: Pada suatu ketika nanti, kita akan mengingat hari ini  Sebagai hening yang paling bening, sebagai fajar menjemput pagi  Pada suatu ketika nanti, kita akan mengingat hari ini  Sebagai rantai kasih manusia, yang menguntai doa yang sama  Peradaban tak pernah jera mencari cara tuk pulihkan,  yang lekang dan yang usang, yang lekang dan yang usang, dan yang usang.  Pada suatu ketika nanti, kita akan mengingat hari ini Sebagai ranggas menyambut tunas.  Kelak setelah wabah terentas...  ==== Ada bonus buku elektronik Salamatahari #4 yang Dea buat untuk menemani karya ini. Bisa diunduh di sini .  

Beri Cinta Kepada Laut

"Beri Cinta Kepada Laut" adalah salah satu lagu yang ditulis bersama Si Ikan Paus untuk konser anak-anak Bandung Philharmonic "Under Our Sea".  Tentang konser "Under Our Sea"-nya Dea tulis di sini . Jangan pernah membeli tukik, si langka yang bersirip apik  Pisahkanlah sampah-sampahmu agar tak hanyut ke laut biru  Beri cinta kepada laut dengan cara yang kamu bisa  Beri cinta kepada laut dengan cara yang kamu bisa  Penyanyi: Eunike Sylvia  Musisi: Bandung Philharmonic Strings Quartet  M Januar Affandi D - violin 1  Fiola Rondonuwu -violin 2  Angga Aditia -viola  Widya Febiyanti - cello    Musik: Fauzie Wiriadisastra Lirik: Sundea 

Elegi Padang Gurun

Pada suatu hari di taun 2015, Ikanpaus dan Laurentius Symphony Orchestra diajak bikin konser Paskah. Tapi pihak gereja nggak mau ngangkat kisah mati dan bangkitnya Yesus karena dianggep udah terlalu sering dibahas. Setelah digodok-godok bersama, akhirnya kami sepakat bikin konser dengan tema perjalanan Musa menuju tanah perjanjian yang dianggep pararel sama perjalanan Kristus menuju janji kemengangan dan keselamatan Allah. Menuju konser ini, Ikanpaus dan Dea jadi baca lagi perjanjian lama. Hampir setiap malem kami diskusi. Ada banyak pandangan, bahkan komentar kritis, yang muncul di kepala kami. Namun, kami justru jadi punya cara baru untuk mengenali iman kami masing-masing. Di konser Paskah ini, Dea nulis narasi di antara setiap lagu. Lagu yang dibawain di konser sebagian lagu lama yang udah ada, sebagian ditulis beberapa komponis antara lain Ikanpaus . Untuk komposisi yang ini Dea bikin lirik untuk komposisi Ikanpaus. Lagunya bisa didengar di sini .  Elegi...

Nirmana

Lagu ini adalah percobaan kedua bikin "Musrik" alias "musik dan lirik". Kali itu sebagai hadiah untuk temen kami yang lain lagi; pasangan pelukis. Mereka ketemu di Bali dan sama-sama belajar dari suhu Chusin Setiadikara. Perjalanan cinta kedua temen Dea ini lumayan panjang dan berliku. Dea seneng akhirnya mereka bisa sampai ke pernikahan dan bahagia. Judul lagunya "Nirmana". Dea kutip pengertian nirmana dari serupa.id, ya... Nirmana adalah tata unsur-unsur rupa seperti garis, bentuk, warna dan tekstur menjadi satu kesatuan yang tampak indah atau memberikan dampak yang diharapkan. Kata “nirmana” berasal dari dua kata yaitu, “nir” yang berarti tanpa atau tidak, dan “mana” yang berarti bentuk, arti, atau makna. Jadi, nirmana adalah sesuatu yang awalnya tidak memiliki bentuk atau makna dan dapat diolah menjadi karya rupa melalui pengolahan unsur-unsur rupa berdasarkan asas atau prinsipnya. Berikut adalah lirik lagu dan rekamannya. Masih edisi suara Dea a...

Selamat Datang di Negeri Bahagia - lagu pernikahan

Setelah berkolaborasi bikin musik dan lirik untuk drama musikal "The Miracle", Ikanpaus dan Dea ngebuat sendiri lagu-lagu pernikahan kami. Sebenernya partitur dan midinya udah diunggah ke Mediafire, cuma kayaknya tautannya bermasalah.  Nah, tapi, kalau ada yang perlu, jangan ragu kontak dan minta ke Ikanpaus di fauziew@gmail.com. Ada rangkaian lagu untuk misa lengkap yang kami bikin sendiri semua, boleh dipake gratis sama temen-temen.   Ini lirik lagu prosesi masuk dan rekamannya. Cerita di balik lagu ini Dea tulis di sini . 

Biskuit Pada Coverture

Lagu ini dibikin sebagai hadiah pernikahan buat temen baik Dea. Profesi dia penulis, tapi menjelang nikah, dia bikin usaha cokelat berdua istrinya.  Di lagu ini Ikanpaus dan Dea sekalian cek ombak; memungkinkan nggak kami kolaborasi bikin lagu pernikahan custom buat usaha.  Ternyata bikin lagunya mah bisa, yang nggak bisa malah ngelola usahanya karena banyak banget printilannya :))) Nama usahanya juga udah nggak komersil, "Musrik", walo itu sebenernya singkatan dari "musik dan lirik" Tolong abaikan suara Dea yang ngak-ngik-ngak-ngik kayak orang asma karena sebenernya nadanya ketinggian. Sekian taun kemudian,  Ikanpaus ngetes range suara Dea. Dari situlah kami ngeh kalau pada dasarnya suara Dea rendah banget. RENDAH BANGET. Cuma Dea kebiasa ngomong agak high pitch . Dea pun jarang eksplor suara bawah Dea karena nggak tau. Kalau nyanyi pun selalu dikasih bagian sopran atau minimal mezzosopran di mana-mana. Kata Ikanpaus mungkin karena secara psikologis suara tinggi ...

The Miracle - Musical Drama for Charity

Proyek ini adalah proyek yang bikin Dea deket sama Ikanpaus . Taun 2012 Ikanpaus random nyapa di fb, sering ngirim-ngirim poster konser, lama-lama kami jadi ngobrol, terus akhirnya dia minta tolong Dea bikin lirik buat sandiwara musikal yang musiknya garapan dia. Awalnya kami sempet adu argumen. Soalnya, nulis buat Ikanpaus beda banget sama nulis bebas--bahkan ketika kolaborasi sama seniman-seniman lain--yang biasa Dea lakuin.  Bikin lirik untuk sandiwara musikal pertimbangannya lebih banyak, yang harus disesuaikan lebih banyak, aturannya lebih banyak, tapi berangkat dari situ, Dea jadi belajar banyak juga. Sekarang nulis lirik--terutama untuk komposisi paduan suara dan musikal--malah jadi salah satu proyek yang paling banyak Dea kerjain. Berikut salah satu contoh lirik Dea, judulnya "Kematian Hari". Hari di sini  merujuk ke "hari" di KBBI dan nama tokohnya.