Dea selalu terpesona sama sejauh apa kolaborasi bisa memperluas ruang jelajah karya. Waktu nulis "Kawan Perjalanan", yang ada di pikiran Dea sesederhana cherish the moment . Kita nggak pernah tau idup di depan bakal kayak apa, apakah temen kita bakal berbeda prinsip sama kita, apakah kita masih akrab sama orang-orang yang sekarang sahabat kita, atau justru ketemu temen baru yang lebih ngeklik, but it's ok. Lirik Dea adalah teks yang "dingin". Dia "berdenyut" direspons komposisi Gavin Wiyanto dan "bernapas" waktu disuarain Parahyangan Orchestra alias Parchestra dan PSM Universitas Parahyangan. "Temponya aku lambatin, yang penting ekspresinya keluar," kata Alfonsus Albert , pengaba PSM Unpar yang ngaba "Kawan Perjalanan". Sementara Gavin punya interpretasi kalimat per kalimat. Lewat keterampilan bahasa musik dan pengalaman-pengalamannya sendiri, jadi ada lebih banyak cerita yang tersampaikan. Semua yang ambil bagi...