Langsung ke konten utama

"Kian Sempurna" untuk Tis the Season

  


Beberapa tahun terakhir Dea langganan nulis lirik untuk @apertosingers. Biasanya musiknya digarap Ken Steven. Buat Dea, sungguh kehormatan bisa bersanding karya dengan @st.25ken.

Bikin lirik untuk #apertosingers selalu personal dan menyenangkan. Sebelum nulis, biasanya Dea ngobrol dulu sama direktur musiknya: Ci @fatmawatidjunaidi, nanya apa yang mau Aperto ceritain, apa yang sedang jadi kegelisahan mereka, baru setelah itu hasil obrolannya diterjemahkan ke dalam lirik.


Buat Aperto, tahun ini cukup haru-haru seru. Sebab, setelah dua tahun ditahan pandemi, akhirnya mereka bisa kumpul lagi, bisa latihan luring, dan bisa bikin acara Natal bersama. Lagu yang Ken dan Dea tulis --"Kian Sempurna"--adalah tentang itu. Berikut liriknya:

KIAN SEMPURNA

Putih, emas, hijau dan merah
Menghiasi seisi rumah
Natal ini kian sempurna
Dengan warna aneka raya

Hidangan yang berlimpah rempah
Kue jahe dan kue buah
Natal ini kian sempurna
Dengan nikmat hidangan khasnya

Pohon terang serta hadiah
Salam damai dan pesan indah
Natal ini kian sempurna
Dengan beri serta terima

Namun lebih dari sempurna
Natal kali ini karena
Hadirmu yang utuh sepenuh
Dalam peluk dan nyata sentuh

Namun lebih dari sempurna
Natal kali ini karena
Kita dapat membayar rindu
Tuk bersama menguntai lagu.



Judul mini konser Aperto taun ini adalah "Tis The Season". Ada tiga lagu yang dipersembahkan Aperto. Kunjungi @apertosingers dan klik tautan di bio mereka untuk langsung mampir ke kanal youtube-nya.

Konser daring ini gratis, jam tayangnya bebas, dan nontonnya boleh ajak-ajak semua orang.

Selamat buat konsernya, ya Aperto kesayangan...


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

In{san}ner Child

  I nsa nner Child Redmiller Experience: The Great Ocean Stories   Saat kita bertumbuh dewasa, tanpa disadari, kadang ada bagian dari emosi masa kecil kita yang tertinggal. Ia tetap menjadi bocah yang meringkuk di palung rahasia, hidup dalam zaman yang seolah membeku, dan kerap tinggal sebagai luka batin yang tak tuntas terselesaikan. Si bocah adalah sub kepribadian yang—meskipun semi mandiri—tetap terikat dengan kesadaran dewasa kita. Jika terpicu, si bocah berenang meninggalkan palung, muncul ke permukaan, dan melepaskan reaksi emosinya yang tak selalu masuk akal. Kita yang telah dewasa dan bocah dalam diri kita menanggung luka yang sama, tetapi teraduk-aduk dalam bias.  

Meniti Laras

             “Lihat, dia nggak kayak orang sakit kan?” tanya Pak Eko Pratomo sambil menunjuk istrinya, Bu Dian Syarief, dengan gerakan kepala. Aku mengarahkan pandanganku pada Bu Dian yang tengah lincah bergerak mengurus yayasannya, Syamsyi Dhuha. Lupus dan low vision tak membunuh semangat dan percaya dirinya. Melalui Bu Dian aku belajar, di dalam diri setiap kita sebetulnya ada cahaya yang bisa kita pantik sendiri.

Redmiller Experience - Utopia

  Alkisah di masa yang lampau, tersebutlah pulau jauh tak tersentuh bernama Utopia. Jika kini ia sedekat genggaman gawaimu, akankah kamu memasukinya?   Media sosial membingkai dunia dalam kesempurnaan semu; tampilan fisik bak dewa- dewi, pasangan yang memiliki segalanya, pencapaian instan tanpa jatuh-bangun berarti, serta kemewahan yang tak ada habisnya. Hidup di- filter sampai kehilangan teksturnya. Batas antara mimpi dan kenyataan pudar. Tanpa sadar, manusia terjebak dalam dunia ideal yang tak pernah betul-betul ada. Dalam dunia Utopia.