Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerpen

Sebuah Cerita Fixie - Th!ngs Fiction Issue

  Cerita pendek ini dimuat di Th!ngs Fiction Issue You say black I say white You say bark I say bite* Kapas si sepeda fixie baru saja pulang bermain. Sesaat setelah terparkir, ia melongok melalui jendela yang membatasi garasi dan ruang keluarga. Dengan riang Kapas menyapa sahabatnya, Jelaga si sepeda statis. “Kring-kring-kring… HALO!”   “Halo, Kapas, selamat sore. Dari mana saja kamu hari ini?” Jelaga membalas sapaan Kapas.   “Pertama-tama, tadi aku balapan dengan sepeda-sepeda lain di kompleks ini. Aku menang, lho.”   “Wah, hebat.”   “Sesudah itu, aku main ke lapangan. Aku kenalan dengan kucing gendut yang lucu. Tapi kucing itu ternyata lebih suka bermalas-malasan daripada lari-lari.” “Mungkin karena dia kucing, bukan sepeda seperti kamu.” “Kamu juga sepeda. Tapi kamu juga enggak suka lari-lari. Kenapa?” Jelaga tidak menjawa...

Jari-jari Drupadi

Tulisan ini merupakan bagian dari proyek kolaboratif  Drupadi.id . Dibacakan dengan teatrikal dan powerful di Contrastcoffee oleh the one and only Naomi Arsyad .   Drupadi mengamati kelima jari tangan kanannya. Semua ia namai sesuai dengan nama kelima pacarnya. “Bima, Yudhistira, Arjuna, Nakula, Sadewa,” gumam Drupadi sambil mengurutkan jari-jarinya dari jempol sampai kelingking. Senyum terbit di bibir Drupadi ketika mengingat mereka satu persatu. Sambil mulai mengecat kukunya dengan kuteks merah, Drupadi membayangkan wajah setiap mereka. Pertama-tama Drupadi menguteks kuku jempolnya. Bima. Bima bukan yang paling ganteng, tapi tubuhnya paling besar dan berisi. Nah. Cinta Bima pada Drupadi sama besar dan berisinya dengan tubuhnya itu. Bima bukan kesayangan Drupadi, tapi Drupadi selamanya menjadi kesayangan Bima. Bima memanjakan Drupadi. Bima memuja Drupadi. Meskipun cukup mandiri, Drupadi senang bermanja-manja dengan sikap heroik Bima kepadanya. “ Like ...

Karbol

Tulisan ini diminta untuk zine Pasar Seni ITB 2014. Temanya "Aku, Kamu, dan Semesta". Sayangnya Dea belum nerima zine-nya yang ka ta nya dicetak secara fisik dan nggak ada online-nya. Kalau ada yang masih punya kelebihan dokumentasinya, Dea mau, ya, please hubungin mention Dea Instagram @salamatahari :) ========== Cerita ini boleh dinikmati sesuka hati, jangan terlalu dibawa susah :) Di supermarket, kamu dan aku tertidur lelap. Kita mulai terjaga ketika seseorang memilih kita, menghimpun kita dalam sebuah keranjang belanjaan, menggelundungkan kita di meja kasir, lantas membawa kita pulang. Aku merasa mencapai kesadaran sepenuh saat berdesakan dengan kamu dalam sebuah kresek besar. Ketika kita tak sengaja saling berbentur, kamu menimbulkan bunyi “tung”, sementara aku “dop”. Baru kali itu aku menyadari bunyiku sendiri. Sejak keluar dari pabrik hingga dijajar di rak supermarket, tak pernah ada yang membuatku merasa perlu memikirkan bunyiku. Tetapi di dalam ...

SMAXVille

Pada tahun 2012, keluarga snack Smax membuat situs "SMAXville". Beberapa penulis, termasuk Dea, diminta membuat serial untuk situs itu. Menariknya, kami boleh berimajinasi sebebas-bebasnya. Persyaratannya cuma dua: mengambil latar tempat Smaxville dan menghadirkan tokoh-tokoh dari keluarga snack Smax.  Berikut ini adalah dua episode terakhir dari lima serial yang Dea tulis.   I Remember Pada bulan Desember,   hujan turun setiap hari. Warga SMAXVille lebih banyak berkegiatan di dalam rumah karena tak ingin kehujanan.   Dea juga. Pada suatu hari, Dea menginap di rumah Ring Rascal. Sambil membantu Ring Rascal memotong-motong keju, Dea melihat keluar jendela. Setelah beberapa bulan tinggal di SMAXVille, baru kali itu Dea melihat SMAXVille begitu gelap. “Tahun lalu juga cuacanya seperti ini, ya?” tanya Dea pada Ring Rascal. “Iya. Setiap tahun, kan, pasti ada musim hujan. Tapi... tunggu dulu,” Ring Rascal tiba-tiba beranjak. Ia mengambil sebuah kotak dari ...