Langsung ke konten utama

Postingan

Meniti Laras

             “Lihat, dia nggak kayak orang sakit kan?” tanya Pak Eko Pratomo sambil menunjuk istrinya, Bu Dian Syarief, dengan gerakan kepala. Aku mengarahkan pandanganku pada Bu Dian yang tengah lincah bergerak mengurus yayasannya, Syamsyi Dhuha. Lupus dan low vision tak membunuh semangat dan percaya dirinya. Melalui Bu Dian aku belajar, di dalam diri setiap kita sebetulnya ada cahaya yang bisa kita pantik sendiri.
Postingan terbaru

In{san}ner Child

  I nsa nner Child Redmiller Experience: The Great Ocean Stories   Saat kita bertumbuh dewasa, tanpa disadari, kadang ada bagian dari emosi masa kecil kita yang tertinggal. Ia tetap menjadi bocah yang meringkuk di palung rahasia, hidup dalam zaman yang seolah membeku, dan kerap tinggal sebagai luka batin yang tak tuntas terselesaikan. Si bocah adalah sub kepribadian yang—meskipun semi mandiri—tetap terikat dengan kesadaran dewasa kita. Jika terpicu, si bocah berenang meninggalkan palung, muncul ke permukaan, dan melepaskan reaksi emosinya yang tak selalu masuk akal. Kita yang telah dewasa dan bocah dalam diri kita menanggung luka yang sama, tetapi teraduk-aduk dalam bias.  

INSAN(G)

Redmiller Experience: The Great Ocean Stories “The heart of man is very much like the sea, it has its storms, it has its tides and in its depths it has its pearls too” – Vincent Van Gogh. Selamat datang di ekspedisi laut Redmiller Blood. Siapkan energi, pantik semangat, dan sambutlah The Great Ocean Stories. Temukan perahu ajaib lalu naiklah ke sana. Mari kita melaut dengan dayung imajinasi.  

Kawan Perjalanan - lirik untuk Parahyangan Orchestra

  Dea selalu terpesona sama sejauh apa kolaborasi bisa memperluas ruang jelajah karya. Waktu nulis "Kawan Perjalanan", yang ada di pikiran Dea sesederhana cherish the moment . Kita nggak pernah tau idup di depan bakal kayak apa, apakah temen kita bakal berbeda prinsip sama kita, apakah kita masih akrab sama orang-orang yang sekarang sahabat kita, atau justru ketemu temen baru yang lebih ngeklik, but it's ok. Lirik Dea adalah teks yang "dingin". Dia "berdenyut" direspons komposisi Gavin Wiyanto dan "bernapas" waktu disuarain Parahyangan Orchestra alias Parchestra dan PSM Universitas Parahyangan. "Temponya aku lambatin, yang penting ekspresinya keluar," kata Alfonsus Albert , pengaba PSM Unpar yang ngaba "Kawan Perjalanan". Sementara Gavin punya interpretasi kalimat per kalimat. Lewat keterampilan bahasa musik dan pengalaman-pengalamannya sendiri, jadi ada lebih banyak cerita yang tersampaikan. Semua yang ambil bagi...

The Lonely Clown

Once upon a time, there was a town that filled with joy and laughter.  The citizens were clowns. They had red nose and well-known as skillful jugglers. When every baby clown was born, Circus Fairy gave them different gifts.  Dongeng simfonik adalah perpaduan dongeng dan komposisi orkestra. Formatnya, seorang narator membacakan cerita, sementara orkestra mengiringi dengan musik yang ilustratif. Dalam pementasannya, karya ini kerap dilengkapi pertunjukan teater dengan panggung menarik.    "The Lonely Clown" adalah dongeng simfonik yang diproduksi oleh B andung Philharmonic Orchestra dan berkolaborasi dengan Red Nose Foundation .  Liputan pertunjukan ini dapat dibaca di The Asian Par ents   Though the gifts were different, to every Baby Clown, Circus Fairy always whispers a same message, “Dear Little Clown, one day, you must use the gifts for good things…”   View this post on Instagram ...

Sebuah Cerita Fixie - Th!ngs Fiction Issue

  Cerita pendek ini dimuat di Th!ngs Fiction Issue You say black I say white You say bark I say bite* Kapas si sepeda fixie baru saja pulang bermain. Sesaat setelah terparkir, ia melongok melalui jendela yang membatasi garasi dan ruang keluarga. Dengan riang Kapas menyapa sahabatnya, Jelaga si sepeda statis. “Kring-kring-kring… HALO!”   “Halo, Kapas, selamat sore. Dari mana saja kamu hari ini?” Jelaga membalas sapaan Kapas.   “Pertama-tama, tadi aku balapan dengan sepeda-sepeda lain di kompleks ini. Aku menang, lho.”   “Wah, hebat.”   “Sesudah itu, aku main ke lapangan. Aku kenalan dengan kucing gendut yang lucu. Tapi kucing itu ternyata lebih suka bermalas-malasan daripada lari-lari.” “Mungkin karena dia kucing, bukan sepeda seperti kamu.” “Kamu juga sepeda. Tapi kamu juga enggak suka lari-lari. Kenapa?” Jelaga tidak menjawa...

Iris

Iris adalah kolaborasi Lala Bohang dan Sundea pada awal tahun 2012, untuk proyek 12for2012 . Paket Iris ini terdiri dari ilustrasi Lala dan cerita Sundea. Karya ini ditulis dengan sistem "jamming".  Dimulai dari ilustrasi Lala, direspons oleh cerita Dea, direspons lagi oleh ilustrasi Lala, begitu seterusnya sampai kami merasa perlu menutup kisah tersebut. Buku kecil elektronik yang di- layout oleh Lala sendiri dapat diunduh di sini .