Langsung ke konten utama

60 Tahun SMAK 1 BPK PENABUR: Pesta Diamond

Sebetulnya ini proyek pertama Dea di taun 2025, tapi karena ulang tahun SMAK 1 BPK Penabur Bandungnya akhir tahun, lagunya pun baru rilis akhir tahun ini. Ada beberapa rikues untuk isi liriknya. Misalnya tema bersyukur, bersekutu, dan berdampak serta nama SMAK 1 BPK PENABUR yang hadir lengkap. Lumayan tantangan juga, tapi Dea coba dan berikut ini hasilnya:

Verse 1 (bersyukur):
Kita keluarga
Mensyukuri semua
SMAK 1 BPK PENABUR Bandung yg tercinta
Jalan yang tak mudah serta pelangi indah
Semua adalah berkat yang menjadikan kuat

Yang t'lah lalu jadi kenangan
Yang kan datang jadi harapan
Raya pendar cahaya
Pancarkan kirana surga 
Oh...

Verse 2 (bersekutu):
Kita keluarga 
punya banyak cerita
SMAK 1 BPK PENABUR Bandung yang tercinta
Berkumpul bersama 
peluk hangat dan mesra
Rintangan bukan halangan
Jika bergandeng tangan

Yang t'lah lalu jadi kenangan
Yang kan datang jadi harapan
Raya pendar cahaya
Pancarkan kirana surga 
Oh...

Verse 3 (berdampak):
Kita keluarga
punya sebuah cita
SMAK 1 BPK PENABUR Bandung yang tercinta
Semoga tiap benih
berbuah jadi kasih
Kiranya membawa dampak
lewat pikir dan tindak 

Yang t'lah lalu jadi kenangan
Yang kan datang jadi harapan
Raya pendar cahaya
Pancarkan kirana surga 
Oh... 

 ---

Setelah selesai, lirik ini dikasih ke Ken Steven untuk dibikinin musiknya. Ken Steven adalah komposer paduan suara yang nggak main-main prestasinya. Selanjutnya, lagunya diaransemen sama Wishnu Dewanta, pengaba yang juga nggak main-main kiprahnya di dunia musik.

 

Suatu kehormatan sekaligus tantangan bisa jadi bagian dari proyek ini dan berkolaborasi sama Ken dan Wishnu. Terima kasih SMAK 1 BPK PENABUR dan Ci Fatmawati Djunaedi yang jadi penghubung, for having us.

 

 

Ini hasilnya:

 


 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

In{san}ner Child

  I nsa nner Child Redmiller Experience: The Great Ocean Stories   Saat kita bertumbuh dewasa, tanpa disadari, kadang ada bagian dari emosi masa kecil kita yang tertinggal. Ia tetap menjadi bocah yang meringkuk di palung rahasia, hidup dalam zaman yang seolah membeku, dan kerap tinggal sebagai luka batin yang tak tuntas terselesaikan. Si bocah adalah sub kepribadian yang—meskipun semi mandiri—tetap terikat dengan kesadaran dewasa kita. Jika terpicu, si bocah berenang meninggalkan palung, muncul ke permukaan, dan melepaskan reaksi emosinya yang tak selalu masuk akal. Kita yang telah dewasa dan bocah dalam diri kita menanggung luka yang sama, tetapi teraduk-aduk dalam bias.  

Meniti Laras

             “Lihat, dia nggak kayak orang sakit kan?” tanya Pak Eko Pratomo sambil menunjuk istrinya, Bu Dian Syarief, dengan gerakan kepala. Aku mengarahkan pandanganku pada Bu Dian yang tengah lincah bergerak mengurus yayasannya, Syamsyi Dhuha. Lupus dan low vision tak membunuh semangat dan percaya dirinya. Melalui Bu Dian aku belajar, di dalam diri setiap kita sebetulnya ada cahaya yang bisa kita pantik sendiri.

Redmiller Experience - Utopia

  Alkisah di masa yang lampau, tersebutlah pulau jauh tak tersentuh bernama Utopia. Jika kini ia sedekat genggaman gawaimu, akankah kamu memasukinya?   Media sosial membingkai dunia dalam kesempurnaan semu; tampilan fisik bak dewa- dewi, pasangan yang memiliki segalanya, pencapaian instan tanpa jatuh-bangun berarti, serta kemewahan yang tak ada habisnya. Hidup di- filter sampai kehilangan teksturnya. Batas antara mimpi dan kenyataan pudar. Tanpa sadar, manusia terjebak dalam dunia ideal yang tak pernah betul-betul ada. Dalam dunia Utopia.